Followers

bqiqdHcLSyDe1e7rIy6MJVhY5drRA6OxKKstSzTb

Hunting foto di Pasar Kranji

Sudah hampir dua bulan belakangan ini, aku tidak pernah lagi menulis di blog ini. Rasanya dua bulan ini mood lagi kurang bagus untuk dipakai menulis. Hari-hariku terlalu sering dipakai untuk menonton  saat ini. Jujur saja, emang keinginan untuk tetap bisa menulis di blog jadi berkurang. Yang asalnya punya niat bisa nulis sebulan sekali minimal, sekarang udah susah. Tapi semoga aja dengan kembalinya aku sekarang melalui tulisan ini akan tetap membuatku konsisten lagi untuk bisa nulis.

Sekarang aku mau cerita aja tentang pengalaman yang aku alami beberapa hari kebelakang. Sekarang ini, aku lagi suka banget ngumpulin  stok foto, jadi bisa dibilang aku sering melakukan hunting foto. Gak tau kenapa ya, setiap abis hunting foto moodku selalu jadi bagus lagi, apalagi kalo dapat foto yang menurutku bagus. Wah, seneng banget pokonya.

Hunting foto di Pasar Kranji

Malam hari sebelum itu, melalui sebuh chat pribadi di aplikasi WA, aku mengajak salah satu temanku, Iwan yang juga suka fotografi untuk melakukan hunting foto ke sebuah pasar. Kenapa ke pasar? karena menurutku pasar adalah salah satu tempat terbaik untuk mendapatkan foto-foto yang bagus. Sudah lama juga rasanya semenjak terakhir kali aku hunting foto ke pasar untuk pertama kalinya di tahun 2020 lalu. Kali ini aku ingin bisa merasakan kembali bagaimana rasanya berbaur dengan para warga pasar sambil mendapatkan foto. Pasar Kranji adalah tujuanku dan Iwan besok pagi. Kami juga akan mencoba berangkat lebih pagi agar lebih banyak mendapat momen. 

Gak sia-sia udah pasang alarm banyak di hp, akhirnya aku bisa bangun tepat waktu. Sekitar jam 5 pagi, aku berangkat menuju ke tempat Iwan kost, tempatnya gak jauh dari tempat tinggalku. Agar tidak ribet, aku memutuskan untuk mengendarai satu motor saja, makanya aku menjemput Iwan. Ini bukan pertama kalinya aku dan Iwan pergi hunting foto, sebelumnya juga pernah. Dan dia tuh selalu mau jika aku ajak hunting foto kemanapun. Baguslah, jadi aku punya temen untuk cari stok foto hehe..

Pagi hari jalanan Bekasi masih lenggang bebas dari macet, apalagi jika masih subuh begini. Jarak yang aku tempuh juga tidak terlalu jauh untuk menuju Pasar Kranji, ya sekitar 15 menitan lah. Jarang-jarang aku bisa bangun pagi begini selain untuk berangkat kerja. Ternyata bisa bangun pagi itu enak banget ya. Aku jadi bisa banyak waktu untuk melakukan banyak hal. 

Menurut info yang aku dapat dari kawanku, kondisi pasar Kranji yang sekarang sudah berbeda dengan tahun lalu. Sekarang sudah lebih bagus dan sedang ada pembangunan lagi. Aku tidak tahu soal perubahan itu karena aku belum pernah ke sana lagi setelah hampir dua tahun. Dan ternyata benar saja, ketika aku sampai di lokasi pasar Kranji memang sudah berubah. Sekarang sudah banyak ruko-ruko di dalamnya. Yang bagian tengahnya sekarang menjadi kosong, hanya ada hamparan tanah luas. Sepertinya yang ini nantinya bakal dibangun lagi. 

Jalan untuk masuk ke area pasar cukup sempit, jadi aku harus bersabar dan bergantian juga dengan pengendara lain yang mau keluar dari pasar. Di bagian kiri terdapat banyak ruko dan para pedagang yang menjual dagangannya masing-masing. Di bagian kananku, adalah hamparan tanah luas yang digali ke bawah yang mungkin nantinya akan dijadikan bangunan pasar juga. Gara-gara galian inilah makanya jalan menjadi sempit. Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari tempat parkir yang cukup enak di bagian dalam pasar. Sampailah aku di ujung pasar dan kebetulan juga tempat parkir di sini lumayan luas dan ada tukang parkirnya. Aku parkirkan motor di sini saja, dan menitipkan ke tukang parkir. 

Suasana pasar pagi itu sudah lumayan ramai. Melihat matahari yang masih sedikit gelap, masih malu-malu untuk keluar, aku memutuskan untuk mencari tempat duduk dulu sambil menghisap sebatang rokok dulu. Mungkin aku hanya perlu waktu sekitar 20-30 menit lagi untuk siap tempur mencari foto di pasar Kranji. Di sini juga aku dan Iwan saling berbagi pengalaman tentang foto, bahkan sempat juga membahas selanjutnya akan hunting foto ke mana. Sebenarnya ingin sambil ngopi, tapi gak ada yang jual kopi dekat sini. Males gerak aja sih intinya kalo udah duduk begini. Yang aku harapkan adalah lewatnya abang-abang penjual kopi Starling (Starbuck Keliling), tapi tak kunjung ada juga sampai rokokku habis.

Sepertinya sudah waktunya untuk bangun dari tempat duduk dan mulai mencari momen yang bagus melalui foto. Aku dan Iwan mulai mengeluarkan kamera dari tas dan mengalungkannya di leher agar tidak jatuh. Di sini aku hanya memotret random saja, memanfaatkan pergerakan warga pasar. Foto pertama yang aku dapatkan adalah ketika seorang pengendara becak yang sedang mengangkut penumpang. 

Becak motor

Kalo hunting foto seperti ini rasanya harus sabar juga menunggu momen yang pas untuk menekan tombol shutter. Aku mulai membiasakan untuk tidak menjepret apapun dengan asal-asalan, aku pengen hasil fotoku bisa berbicara juga, tapi sampai saat ini belum dapat juga. Selain itu aku juga harus lebih peka lagi akan setiap momen yang terjadi.

Enaknya hunting foto di pasar ini, aku jadi bisa berinteraksi langsung juga dengan warga pasar yang tentunya ramah-ramah sekali. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang juga meminta aku untuk memotretnya, dengan senang hati aku akan melakukannya. Meskipun hunting foto ini tidak bisa menghasilkan rupiah, setidaknya dengan foto hatiku bisa menjadi senang. 

Setelah berjalan dari satu sudut ke sudut lain, menunggu momen satu ke momen lain juga, aku dan Iwan terus berjalan menyusuri pasar untuk mendapatkan foto lain. Ketika melewati sebuah ruko yang menjual sayuran, salah seorang penjual memberitahuku untuk mencoba pasar yang di bawah. 

"kalo pagi begini, bagusan yang pasar bawah, mas. Di sini biasanya sore atau malam bagusnya", begitu kira-kira ucapan si abang pedagang itu memberi saran. 

Aku pun langsung mengikuti saran yang dia berikan. Tak lupa sebelum meninggalkan pasar ini, aku berterima kasih juga kepadanya karena sudah memberi saran. Untuk urusan motor, sepertinya aku masih titip di sini saja, karena pasarnya juga tidak jauh, hanya berada di seberang jalan sini, jadi motor aku tetap titip di sini. 

Di bagian depan pasar, berjejer tukang becak yang sedang menunggu penumpang. Jalanan ini biasanya cukup macet soalnya tepat di perempatan. Ada banyak orang yak keluar masuk pasar juga. Pasar ini berada di seberang jalan pasar Kranji, hanya saja tempatnya berada di bagian bawah. Jalan kaki gak membuat aku pegal untuk sampai di pasar itu, karena memang dekat sekali jaraknya.

Sesekali aku juga memotret pengendara motor yang lewat dan juga orang-orang yang berada di pinggir jalan, entah itu pedagang ataupun pembeli. Wah benar saja, ketika aku melihat dari luar pasar, di sini lebih bagus lagi view pasarnya. Kendaraan roda dua terparkir rapi di bagian depan pasar. kali ini aku tidak terburu-buru untuk masuk ke area pasar. Aku diam sejenak di pinggir jalan sambil mengabadikan momen yang aku kira perlu dari pinggir jalan ini. 

Waktu menunjukkan sekitar jam 7 pagi, masih pagi sekali untuk melakukan sebuah aktivitas. Tapi di sini sudah ramai sekali dengan orang-orang. Setelah mendapatkan beberapa foto, akupun mulai masuk ke are pasar. Tempatnya terlihat lebih rapi tertata di sini. Banyak lampu-lampu yang tergantung juga yang membuat penampilan pasar ini menjadi lebih bagus menurutku. Di sini, kebanyak menjual daging, ada ayam, ikan dan juga daging sapi. Bahkan ada juga yang jual sayuran di bagian ujung pasar. Jalan yang dilalui berada di bagian tengah. Jadi di kiri dan kanan jalan adalah tempat para penjual berjualan.

Langkah pertamaku di sini, aku menghampiri area penjual ikan dan mulai memotretnya. Kirain mereka akan biasa saja dengan kedatanganku di sini, alias mereka akan mengabaikanku. Ternyata mereka orangnya asik juga. Para pedagang ikan ini malah ada yang minta untuk difoto. Ada juga yang bilang, "wah ada wartawan nih, ayo difoto nanti masuk tv", ucap mereka sambil tertawa. Jadi mereka mengira bahwa aku dan Iwan ini adalah seorang wartawan haha. Aku bilang saja kepada mereka bahwa aku hanya ingin mengambil foto untuk dinikmati secara pribadi saja, ya paling di pos di media sosial sih nantinya. Warga pasar di sini lebih ramah lagi nampaknya. Aku juga sempat mengobrol dengan mereka, bertanya tentang ikan atau apa saja yang ada di pasar ini. Sesekali mereka juga menawarkanku untuk memotret ikan yang mereka jual. Bahkan ada juga abang-abang yang sengaja meminta hasil fotonya nanti untuk dikirim kepadanya. Dengan senang hati aku akan melakukannya. Cukup lama aku di sini, betah aja bisa motret sambil ngobrol dengan mereka. 

Ketika hendak meninggalkan area penjual ikan ini, aku malah disuruh untuk memotret mereka lagi sambil memegang ikan. Bahkan Iwan juga sepertinya ingin ikut difoto bersama mereka.Ya sudah aku foto saja mereka sebelem pergi ke area lain. Aku dan Iwan pun berpamitan dan juga mengucapkan terima kasih kepada mereka. Nah, ini nih yang membuat aku makin suka dengan tempat ini, masa ya sebelum aku pergi aku malah disuruh untuk membawa ikan, mereka memberi ikan yang mereka jual kepada kami. Aku jadi merasa tidak enak, aku juga ikhlas memotret mereka. Selain itu, aku juga bingung jika ikan ini aku bawa, nantinya mau diapain di kosan, warga kosan juga lagi pada pulang kampung. Aku pun dengan berat hati menolak pemberian mereka, bukan apa-apa daripada mubadzir kan, lebih baik mereka jual saja. Terima kasih, pak. Aku dapat foto bagus juga sudah senang sekali.

Iwan dan Penjual ikan

Selanjutnya aku berjalan lagi ke depan untuk mencari momen lain. Di sini aku melihat penjual ayam dan juga daging sapi. Banyak daging yang mereka gantungkan di area penjualan. Hal yang menurutku wajib untuk diabadikan ketika aku melihat puluhan kaki ayam yang mengahad ke atas. Menurutku ini keren untuk difoto. Seperti halnya pasar atas, di sini juga tak kalah ramai pengunjung. 

Sepertinya area ini adalah spot terakhir kami. Aku sudah merasa cukup mendapatkan foto, begitu juga dengan Iwan. Perut juga sudah mulai lapar kayaknya karena dari pagi belum sempat sarapan apapun. Selain itu, kaki juga sudah mulai pegal karena sedari tadi belum sempat duduk lagi. Aku dan Iwan pun memutuskan untuk mengakhiri hunting foto kali di Pasar Kranji kali ini. Terima kasih untuk warga pasar Kranji yang sudah baik menerima aku dan Iwan memotret di sini. Semoga saja lain hari aku bisa kembali lagi ke sini, tapi kayaknya sih bakal balik lagi aku ke sini. 

Sedikit tips tambahan saja dariku untuk kalian yang ingin mencoba untuk hunting foto di pasar. Menurutku, ketika hendak melakukak hunting foto di pasar, alangkah baiknya tidak terlalu banyak membawa teman, karena itu akan membuat pengunjung pasar sedikit terganggu, meskipun di pasar adalah tempat ramai. Tetap sopan dan ramah kepada warga pasar, baik itu penjual ataupun pembeli. Karena kita kan cuma numpang foto saja di sana. Selanjutnya sering-sering juga berinteraksi dengan warga pasar. 

Udah dulu ya cerita tentang Hunting Foto di Pasar Kranji kali ini. Pokoknya hunting foto di pasar itu seru banget, jadi kamu harus mencobanya!

Untuk menikmati hasil fotoku, kamu bisa mengunjungi akun instagramku @ddsandirahmat

Related Posts
Newest Older
Dede Sandi Rahmat
Menuangkan apa saja yang ingin dituangkan ke dalam tulisan

Related Posts

8 comments

  1. Wajar saja kalau malas ngeblog, aku juga kadang begitu kang, pengin vakum karena jenuh.

    Enaknya bangun pagi hari memang banyak waktu, terus kalo ke pasar tidak kena macet.

    Untungnya pedagang pasar Kranji pada ramah ramah ya, diambil fotonya boleh saja.😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Niat sama eksekusinya harus seimbang kayaknya biar konsisten ngeblog.

      Iya jarang-jarang soalnya bisa bangun pagi hehe

      Nah itu dia yg membuat aku pengen balik lagi ke sana

      Delete
  2. Demi apa hasil foto-foto human interest dan ikannya bagus-bagus,
    Sampe aku follow akun instagrammu mat haha :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh Terima kasih banyak, saya juga kaget tiba tiba di follow Travel Blogger 😅🙏

      Delete
  3. Sebelum pandemi aku suka banget blusukan pasar dan foto seperti ini. Kadang cukup bawa lensa 35, dan berburu foto. Asyik mas kegiatannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya sih iya enak pake lensa 35mm, tapi belum punya 😔
      Tapi pake lensa tele juga gak kalah enaknya

      Delete
  4. Bisa dibilang aku juga suka main dan hunting foto di pasar mas. Apalagi di semarang banyak pasar tradisional. Salah satunya pasar gang baru dan pasar johar.

    Sangat menyenangkan bisa berinteraksi dengan para pedagang. Bercanda dan terkadang melarisi barang dagangnnya. Tambah menyenangkan jika ada pedagang yang meminta untuk difoto

    Ayo mas, semangat ngeblog lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru tuh kalo motret ke pasar tradisional. Hasil fotonya pasti gak biasa. Sayangnya di sini udah jarang sekali bahkan mungkin gak ada kayaknya.

      Iya Harus semangat ngeblog! 🔥

      Delete