Aku dan Diecast

Aku dan Diecast

Setiap orang pasti memiliki hobi yang berbeda-beda dan bahkan bisa dibilang ada yang mempunyai hobi unik. Biasanya, kalau sudah hobi, dalam bentuk kegiatan apapun, akan dilakukan dan bahkan tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan isi kantong yang cukup banyak untuk menyalurkan hobinya.



Di sini, saya akan sedikit bercerita tentang hobi saya yang suka dengan fotografi diecast. Hobi saya yang satu ini memang terbilang cukup aneh untuk saya yang sudah berusia dewasa tapi masih koleksi mainan seperti anak-anak. Kebanyakan teman-teman saya selalu bilang begitu karena saya mempunyai hobi ini. Terserah lah mau bilang apa-apa juga.

Di dalam dunia mainan, Die-cast adalah mainan atau model yang diproduksi menggunakan metode die-casting, yang berarti melalui proses pelelehan logam atau metal untuk kemudian dituang dan dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Die-cast metal terbuat dari metal (logam) dan plastik. Metal yang digunakan biasanya adalah zamak (mazak) yang merupakan alloy (campuran) zinc (seng) dan alluminium. Zamak juga dikenal sebagai white metal atau pot metal. Mainan yang biasa menggunakan metode die casting biasanya adalah mainan model dengan skala misalnya mobil, motor, pesawat terbang, peralatan konstruksi ataupun kereta api. Walaupun sebenarnya apapun bisa dibuat dengan metode ini. (Wikipedia). 

Awal mulanya di tahun 2017, saat itu saya mulai tergoda dengan diecast-diecast ini. Ini bisa terjadi karena saya yang hobi fotografi, saat itu sedang sulit menentukan apa yang harus saya foto. kala itu, saya membutuhkan sebuah objek untuk difoto dengan bermodalkan kamera hp. Saya belum punya yang namanya kamera DSLR. Bisa dibilang dari sini, sedikit demi sedikit saya mulai menyalurkan hobi fotografi.

Suatu hari, di sebuah minimarket, saya berjumpa dengan salah satu teman. Saya perhatikan dia sedang serius mencari barang yang berada di rak mainan. Dan ternyata dia sedang mencari sebuah mainan dengan merek “Hot Wheels”, sebuah diecast dengan skala 1:64. Diecast jenis ini bisa banyak ditemukan di minimarket sampai supermarket di Indonesia. Hot Wheels adalah mainan mobil berbahan metal (die-cast) yang diproduksi oleh produsen mainan anak-anak, Mattel Inc.Amerika Serikat, sejak tahun 1968, yang juga memproduksi mainan mobil-mobilan bermerk Matchbox yang telah lebih dulu masuk ke Indonesia sejak tahun 1970’an. (Wikipedia)

Karena penasaran dengan teman saya yang sampai serius mencari sebuah Hot Wheels, saya pun bertanya kenapa dan untuk apa dia membeli sebuah mainan yang harganya kisaran Rp. 30.000 itu. Usut punya usut, ternyata dia senagaja mengoleksi beberapa item Hot Wheels dengan seri tertentu. Katanya, sekarang dia sedang mencari Hot Wheels seri Fast and Furious. Saat itu memang sedang gencar-gencarnya seri ini. Selain itu, dia bercerita juga bahwa dia mengoleksi Hot Wheels untuk difoto. Mendengar penjelasannya barusan tentang foto, saya semakin antusias untuk mendengarkan ceritanya. Dia sempat memperlihatkan hasil fotonya juga kepada saya, hasilnya sangat bagus. Ini kali pertma saya melihat fotografi diecast. Sampai sini saya belum tertarik dan kepikiran untuk moto diecast juga.

Obrolan kami berdua semakin panjang mengenai diecast ini dan saya mendapatkan beberapa informasi baru tentang diecast. Saya yang menceritakan perihal hobi saya di fotografi, yang sedang butuh objek untuk di foto. Dengan spontan, dia langsung menyarankan saya untuk mencoba memotret diecast juga. Saya disuruh beli satu saja dulu, nanti juga bakal mulai keracunan untuk beli lagi. Boleh juga nih ide teman saya ini untuk saya coba dengan niatan untuk mengasah skill fotografi. 

Esok harinya, saya berkunjung ke sebuah minimarket untuk mencari model pertama yang akan saya foto. Mulai saya pilih satu persatu model mana yang pertama kali akan saya adopsi. Pilihan saya jatuh kepada sebuah mobil Hot Wheels berwarna biru. Chevy berapa gitu, saya lupa serinya. Sekarang mobilnya sudah gak ada karena ikut terbawa maling motor. Saat itu diecast pertama saya ini di simpan di bagasi motor saya yang hilang. Gak tau sekarang dia ada di mana.

Diecast pertama - 2017

Ini adalah foto pertama saya dengan model pertama. Sebuah foto yang diambil di atas genteng kostan. Cukup ekstrim emang, sampe naik-naik ke atas genteng demi sebuah foto. Foto pertama ini saya langsung upload di Instagram dan Facebook.

Tak saya sangka, bahwa pecinta diecast di Indonesia ini sangat banyak sekali. Terbukti dari banyaknya postingan di Intagram yang baru saya tahu saat itu. Di Facebook juga banyak grup yang berisi tentang seputar fotografi deicast. Saya yang masih awam tentang diecast pun mecoba untuk ikut bergabung di grup dengan tujuan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang fotografi diecast.

Bulan demi bulan saya lewati dengan berbagai macam diecast yang setiap bulan saya beli. Benar kata teman saya, setelah membeli satu saya akan kembali lagi untuk membeli yang lainnya. Awalnya masih beli yang mana aja tanpa tahu itu diecast apa. Kareana merasa kurang ada tema koleksi diecast, akhirnya saya memutuskan untuk membeli diecast model truck atau diecast adventure, seperti Jeep atau Landrover saja yang menjadi koleksi saya sampai saat ini. Filosofinya sih karena diecast dengan model pickup itu adalah diecast pekerja keras di dunia nyata. Jadi secara tidak langsung setiap diecast yang saya koleksi bisa terus memotivasisaya untuk terus bekerja keras. Selain itu, karena saya hobi adventure juga jadi koleksinya harus yang ada tema adventure. Diecast yang bukan model pickup yang dulu pernah saya beli, akhirnya harus saya kasih ke keponakan di kampung dan sekarang hanya tersisa yang model picskup saja di rak di kamar kost.
Kota Tua, Jakarta - 2018

Seiring berjalannya waktu juga saya mulai tahu bahwa ada beberapa istilah dalam dunia Hot Wheels. Ada yang seri Treasure Hunt atau T-Hunt yang kalau dijual kembali bisa dengan harga tinggi. Contohnya, saya beli diecast dengan harga Rp. 30.000/pcs,  jika diecast itu ternyata treasure hunt, harganya bisa berbeda jika dijual kembali. Harganya bisa beberapa kali lipat. Tapi sayang sampai saat ini saya belum pernah mendapatkan si TH itu. Jika saya membeli langsung seri TH ini, bisa dengan harga berkali lipat dari harga awal. Seri ini biasanya hanya di produksi secara terbatas, isa 12-15 saja setiap tahunnya, jadi satu bulan hanya satu diecast. Yang menjadi ciri utamanya adalah terdapat logo api di bodi mobil.

Selain itu, biasanya bannya juga adalah ban karet, jika seri dengan ban seperti ini dinamakan Super Treasure Hunt. Dari cat nya juga memiliki kualitas yang lebih bagus, cat akan terlihat lebih mengkilap. Hargnaya bisa jauh lebih tinggi dari T-hunt.

Ada juga seri Error Cars yang mobilnya cacat pabrik. Kesalahan atau cacat produk pada diecast Hot Wheels meliputi salah pengemasan (label kemasan dan diecast di dalamnya berbeda), roda yang tidak serasi (bukan pasangannya), part yang tidak lengkap hingga kesalahan pewarnaan dan penyematan tampo.
Yang terkahir adalah seri Zamac. ZAMAC adalah kependekan dari Zinc (seng), Aluminium, Magnesium, and Copper (tembaga) alloy, merujuk pada campuran material yang digunakan untuk membuat mainan miniatur mobil Hot Wheels. Seri ZAMAC sendiri pada dasarnya tidak dicat atau hanya menggunakan warna dasar. Istilah ini mulai diperkenalkan pada 1998 dan pada 2004 Mattel mulai merilis beberapa First Edition seri ZAMAC. Dan, karena jumlahnya yang terbatas, seri ini juga kerap menjadi buruan para kolektor. (Bukalapak)

Bundaran HI, Jakarta -2019

Setiap saya pergi ke minimarket pasti yang pertama saya cari adalah rak diecast, ngecek siapa tahu ada si TH. Tapi masih belum ketemu sampai sekarang. Saya lebih memilih tidak membeli online si seri spesial dari Hot Wheels ini karena saya jadi mempunyai sensasi tersendiri saat menjadi Diecast Hunter. Jadi lebih berkesan aja kita nanti saya dapat sendiri seri Treasure hunt ini.

Diecast adalah salah satu barang penting yang harus saya bawa saat pergi liburan. Bahkan setiap pergi naik gunung akan ada satu atau dua diecast yang saya bawa. Ke Gunung Ciremai adalah pertama kali saya membawa diecast. Itu adalah pendakian pertama saya seumur hidup, januari 2018. Saat itu yang saya bawa adalah tipe Datsun 620. Tujuannya sih biar bisa saya foto diecast itu di atas gunung sama biar ada kenangannya juga. Jadi setiap diecast punya cerita masing-masing. Biasanya beda gunung beda juga diecast yang saya bawa.

Gunung Ciremai - 2018
Berbulan-bulan, puluhan foto telah tercipta dari kamera ponsel saya. Setiap foto pasti menggunakan kamera HP. Karena merasa kurang puas dengan hasil foto dengan kamera ponsel, maka Maret 2018 saya membeli  kamera DSLR. Semakin semangatlah saya saat itu. Pengetahuan tentang fotografi pun bertambah.
Gunung Cikuray - 2018

Meskipun hobi koleksi diecast sering dikatakan seperti anak kecil, tapi gak apa-apa lah. Orang lain juga ada yang hobi koleksi diecast yang sudah jauh lebih tua dari saya. Dari mulai anak muda sampai tua, ada. Bahkan kebanyakan yang udah tua hehe. Koleksi juga sebenarnya buat di foto sih kalau saya. Ada juga kan yang koleksi hanya untuk pajangan saja. Kalau saya sih setiap habis beli langsung di bongkar dari blister. Besoknya atau lusa, bahkan kadang saat itu juga langsung saya foto. Hasil foto itu biasanya saya unggah di media sosial Instagram atau Facebook.

Hutan Mati, Gunung Papandayan - 2018
Yang seru itu kalau ada tema mingguan. Kan saya masuk di forum Indonesian Diecaster yang ada di Facebook, jadi setiap minggu itu selalu ada tema untuk foto diecast. Yang ada tantangan seperti ini saya suka. Pernah beberapa kali foto masuk Photo of the Day. Di instagram pun udah beberapa kali foto di repost oleh akun-akun diecast fotografi. Seneng banget sih rasanya kalau foto di repost. Apalagi di repost oleh akun fotografi terkenal di Indonesia. Bagi saya repost foto di instagram itu adalah bentuk apresiasi untuk karya yang kita ciptakan. Mungkin di instagram dengan cara itu mereka mengapresiasi karya orang. Setelah beberapa kali di repost, dari situah saya mulai semakin percaya diri untuk terus berkarya dengan diecast-diecast saya.




Dari tahun 2017-2019, feed instagram saya didominasi dengan foto-foto diecast. Tapi seriring berjalannya waktu, karena kebutuhan untuk merapikan feed instagram dan juga sedang berfokus ke salah satu genre fotografi, agar feed saya tidak acak-acakan, saya hapus sebagian foto-foto diecast yang pernah saya upload. Mungkin sekarang hanya sisa beberapa saja yang masih eksis di feed.

Akhir tahun 2019 sampai dengan sekarang, saya sudah jarang motret diecast lagi. Para diecast baru yang saya beli masih tersimpan aman di blister, belum dibuka. Sepertinya saya mulai perlahan meninggalkan jajan mainan dan moto mainan seperti yang saya lakukan beberapa tahun belakangan. Selain Hot Wheels, ada beberapa merek diecast lain yang saya koleksi dan juga mini figure.

Jadi, apa hobi kalian kawan? Coba ceritakan!




Berikut beberapa Foto Diecast lainnya










4 comments:

  1. Wanjir sama hobinya hahaha. Gue baru di akhir 2018 sih koleksi diecast. Tapi yaaa yang biasa biasa aja, bukan yang hot item atau apalah itu. Gue suka, gue beli. Untuk foto2 belum berani gue upload karena pengen buat akun khusus gitu daripada nyampur dgn akun pribadi (sejauh ini hanya wacana).

    DAN KOK SAMA HEY DIECAST PERTAMA GUE JUGA CHEVY 66, TAPI GUE WARNA MAROON HAHAHA

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya bisa sama gitu. iya iya gue tau yang warna maroon, pernah liat juga.

      nah itu dia, mending bikin akun khusus sih kalo buat foto biar gak kecampur. Gue juga asalnya mau bikin, cuma kebanyakan akun pusing juga ngurusnya. Cukup dua aja buat personal sama akun belajar motret. Ayolah segera bikin, gue pasti follow tar hehe

      btw, makasih nih udah berkunjung. Maaf belum bisa ngasih jamuan yang terbaik.

      Delete
  2. lucu banget yang cars, pengen koleksi juga :D

    ReplyDelete